Beja Ti Garut , 30 11 2025 –
Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara, Feri Rusdiono, menyatakan kekesalannya atas pernyataan provokatif yang dilontarkan Asep Ari, Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, yang juga mantan wartawan dan viral karena tato di lengannya.
Feri menuntut Asep Ari untuk segera meminta maaf kepada seluruh insan pers atas ucapannya yang merendahkan profesi wartawan.
Dalam sebuah acara resmi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang digelar di aula Kecamatan Sadananya, Asep Ari melontarkan ucapan kontroversial yang memicu kegaduhan.
Dengan nada arogan dan penuh tantangan, Asep mengatakan, “Wartawan jeng aing, tanggung jawab aing,” dan, “Aing moal mundur ku wartawan, diadukan ku aing.” Pernyataan ini dianggap sebagai intimidasi dan pelecehan terhadap fungsi kontrol sosial pers.Feri Rusdiono menegaskan bahwa sikap Asep menunjukkan arogansi seorang pejabat publik yang tidak menghormati dan merendahkan profesi jurnalis. “Seorang mantan wartawan harusnya paham bahwa wartawan adalah pilar demokrasi yang wajib dihormati, bukan ditantang dan diintimidasi,” ujarnya.
Lebih jauh, Feri meminta agar Polda Jawa Barat segera memproses masalah ini secara hukum karena ucapan Asep dinilai menghina profesi wartawan dan berpotensi melanggar ketentuan pidana terkait penghinaan terhadap profesi serta penyalahgunaan wewenang.
Kasus ini mendapatkan sorotan luas dari masyarakat dan insan pers yang mendesak tindakan tegas terhadap Asep Ari agar menjadi pelajaran bagi pejabat publik lain untuk menjaga etika dan menghormati kebebasan pers.Hingga berita ini diturunkan, respons resmi dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten terkait pernyataan Asep Ari masih ditunggu.
Namun gelombang protes dari kalangan wartawan dan publik terus menguat sebagai wujud penolakan keras terhadap sikap arogan pejabat desa ini.
Feri Rusdiono Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa)
Menambahkan dan Mendesak Bupati Ciamis Segera mencopot Kades bertato bernama Asep Ari tersebut, Karena membuat kegaduhan dan telah merugikan kalangan Wartawan di negara Republik Indonesia ini. ****Accu
UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas, Vietnam
Beja Ti Garut Kamis, 27 Nov 2025
UMKM Kabupaten Garut mengikuti pelatihan Strategi Transformasi UMKM Naik Kelas di Era Digital yang dihadiri Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, di Pendopo Garut, Kamis, 27 November
– Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut kini semakin berkembang dan menjadi pilihan banyak masyarakat untuk merintis usaha di berbagai sektor.
Namun, perubahan zaman menuntut mereka untuk segera beradaptasi dengan digitalisasi, apalagi dengan semakin masifnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam kegiatan ”Strategi Transformasi UMKM Naik Kelas di Era Digital” yang digelar di Pendopo Garut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menyampaikan, dirinya memiliki mandat untuk mempercepat program-program Presiden Prabowo Subianto di bidang UMKM dan teknologi.
Bupati Garut Minta Sekolah Pahami Lebih Dalam
”Maka dari itu, kehadiran kami di sini justru memang fungsinya untuk mendekatkan teknologi itu langsung kepada para UMKM di daerah,” ucapnya, Kamis, 27 November 2025.
Tiar menjelaskan, AI kini menjadi teknologi yang ramai diperbincangkan karena menawarkan berbagai kemudahan yang instan dan praktis.
Oleh karena itu, ia mendorong UMKM di Kabupaten Garut untuk mulai memanfaatkan teknologi tersebut.
Ia menuturkan, banyak pelaku usaha di daerah berasal dari sektor kuliner hingga ekonomi kreatif, dan teknologi digital bisa menjadi pendukung signifikan dalam pengembangan usaha mereka.
menyampaikan, ia telah berdiskusi dengan Bupati Garut mengenai program Wirausaha Hebat (Wira Hebat), yang dianggapnya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menumbuhkan dan menguatkan ekosistem UMKM.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah konkret untuk membangkitkan semangat serta kapasitas pelaku usaha di Garut.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya percepatan akses materi pembelajaran tentang AI.
Peternak Domba Garut Bertahan di Era Digital, Apakah Mereka Siap
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin mempercepat eksposur agar para pelaku UMKM mengetahui berbagai jenis tools, baik gratis maupun berbayar, yang dapat membantu mereka mengoptimalkan usaha.
Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menilai, AI dapat menjadi kekuatan baru bagi UMKM Indonesia untuk meningkatkan daya saing.
Ia memaparkan, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas produk serta membantu UMKM memahami pasar dengan lebih tepat.***"
Beja Ti Garut 28-11-2025,Sebuah momen humanis menarik perhatian masyarakat Garut, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut, memilih menggunakan angkutan umum sebagai moda transportasi. pada Jumat (28/11/2025).
Ia menaiki angkot jalur 05 untuk menuju lokasi. Di tengah perjalanan, terjadi kejadian mengharukan.
Sopir angkot yang membawa Wakil Bupati menolak menerima ongkos. Dengan penuh ketulusan, Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terhormat bisa mengantar langsung orang nomor dua di Kabupaten Garut tersebut.
Aksi spontan sang sopir membuat warga sekitar dan rombongan pendamping yang menyaksikan menjadi terharu.
Momen itu pun diabadikan dan ramai dibicarakan warganet karena menggambarkan kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakat kecil.
Meski sempat ditolak, Wakil Bupati tetap berupaya memberikan ongkos sebagai bentuk penghargaan atas jasa sopir angkot.
Putri Karlina juga menyampaikan apresiasi atas ketulusan, kehangatan, dan keramahan yang ditunjukkan oleh masyarakat Garut.
Kunjungan kerja Wakil Bupati ke Dispora Garut dilakukan untuk meninjau program pelayanan kepemudaan dan keolahragaan yang sedang berjalan di Kabupaten Garut.
Peristiwa sederhana ini menjadi pengingat bahwa nilai keikhlasan, kepedulian, dan rasa saling menghormati masih sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Garut.***
Beja Ti Garut 29-11-2025, Mantan prajurit yang sudah dipecat sejak tahun 2006
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berseragam TNI babak belur setelah dihakimi massa di Garut, Jawa Barat, viral di jagat maya. Pria tersebut tertangkap basah saat diduga mencuri cabai di sebuah kebun milik warga. Namun, pihak Kodim 0611 Garut menegaskan bahwa pelaku bukan anggota TNI aktif, melainkan mantan prajurit yang sudah dipecat sejak tahun 2006. Insiden ini terjadi pada Minggu malam, sekitar pukul 22.00 WIB, di Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Garut. Menurut keterangan warga, para petani memang telah lama resah karena kerap kehilangan hasil panen cabai. Karena curiga, sejumlah warga melakukan pengintaian. Hingga akhirnya, mereka memergoki dua pria yang masuk ke area kebun secara mencurigakan. Saat dihampiri, keduanya kedapatan membawa dua karung cabai hasil curian. Salah satu pelaku yang memakai seragam TNI berhasil diamankan warga, sementara rekannya diduga melarikan diri. Amarah warga tak terbendung, dan pelaku pun mengalami luka-luka akibat amuk massa sebelum akhirnya diserahkan ke aparat berwenang. Pelaku Ternyata Pecatan TNI Sejak 2006 Pihak TNI melalui Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, menegaskan bahwa pria bernama Dwi Winarno, satu dari dua pelaku, bukan lagi anggota TNI. “Yang bersangkutan telah diberhentikan sebagai prajurit sejak tahun 2006. Jadi statusnya sudah sipil, bukan anggota aktif,” tegas Dandim. Kode etik dan data administrasi TNI memastikan bahwa tindakan kriminal tersebut tidak melibatkan institusi, meski pelaku mengenakan seragam TNI saat beraksi.
Pastikan Pelaku Bukan Anggota Aktif ", ***Sep acu
Beja Ti Garut 27- 11 -2025– Bupati Garut Abdusy Syakur Amin resmi meluncurkan layanan Samsat Drive Thru yang kini mulai beroperasi dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan lebih cepat dan praktis.
Peresmian berlangsung dihadiri unsur Forkopimda, jajaran kepolisian, dan pengelola Samsat. Acara dibuka dengan sikap menyanyikan lagu kebangsaan sebagai penghormatan dalam prosesi resmi pemerintahan. Bupati juga menyaksikan langsung proses pelayanan kepada wajib pajak.
Seorang pengendara motor menjadi pengguna perdana fasilitas terbaru tersebut. Ia menerima dokumen kendaraan langsung dari petugas tanpa harus turun dari kendaraannya.
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur menegaskan bahwa layanan Samsat Drive Thru merupakan bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Garut.
“Layanan ini hadir untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan kepada masyarakat. Harapannya, tingkat kepatuhan membayar pajak kendaraan semakin meningkat karena prosesnya kini lebih praktis,” ujarnya.
Pihak kepolisian turut mengapresiasi terobosan layanan ini. Menurut mereka, kehadiran Drive Thru mampu mempersingkat waktu pelayanan sekaligus mengurangi antrean panjang di dalam kantor Samsat.
Melalui layanan ini, masyarakat cukup datang menggunakan kendaraan, melakukan verifikasi berkas, pembayaran, hingga pengesahan STNK tanpa turun dari kendaraan. Mekanisme tersebut dinilai lebih efisien, terutama bagi warga dengan mobilitas tinggi.
Pemerintah Kabupaten Garut berharap berbagai inovasi layanan publik terus dikembangkan agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat, transparan, dan efisien.***Sep acu
Ilustrasi Beja ti Garut 27-11-2025 . jalan tol - Garut paling diuntungkan di banding kota lain di Priangan Timur yang bakal dilewati jalan Tol Getaci. Di Garut bakal ada dua gerbang tol untuk akses keluar masuk kendaraan wisatawan yang dengan leluasa bisa berkunjung ke sejumlah destinasi wisata yang ada di sana. /Ist/ Daftar Isi Gedebage-Garut Lebih Dulu Dibangun Garut 2 Gerbang Tol yang Lain Hanya 1 Daftar Lengkap Rencana Lokasi Gerbang Tol. Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran melalui Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, proyek jalan Tol Getaci akan dilelang dan mulai dibangun tahun 2026, serta diagendakan sudah bisa beroperasional tahun 2029. Untuk sementara pembangunan Tol Getaci (Gedebagae-Tasikmalaya-Cilacap) memang tidak sampai Cilacap Jawa Tengah sepanjang 206,65 km tapi difokuskan hanya sampai Tasikmalaya sepanjang sekitar 95 km. Dody Hanggodo meyakini, proyek jalan Tol Getaci ruas Gedebage-Tasikmalaya berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas (traffic) yang lebih tinggi. Selain Tol Getaci ruas atau segmen Gedebaga-Tasikmalaya, Menteri PU juga mengatakan hal yang sama terjadi pada ruas Sentul Selatan-Karawang Barat yang sama-sama berada di Jawa Barat. Lewat Tol Getaci Libur Nataru ke Pangandaran Bebas Macet, dari Bandung 2 Jam dari Jakarta 4 Jam "Mudah-mudahan sih tahun 2026 (ruas Sentul Selatan-Karawang Barat dan Gedebage-Tasikmalaya) bisa kita selesaikan,” katanya. "Ruas Gedebage-Tasikmalaya dan Sentul Selatan-Karawang Barat berpotensi lebih cepat terealisasi karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas (traffic) yang lebih tinggi," tambahnya. Gedebage-Garut Lebih Dulu Dibangun Bahwa Tol Getaci sampai Tasikmalaya akan dilelang pada tahun 2026 dan beroperasi tahun 2029, juga ditegaskan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra. Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, September 2025 yang baru lalu, Arief mengatakan pembangunan jalan tol merupakan kebutuhan yang mendesak. “Infrastruktur ini kebutuhan mendesak. Dirjen sudah konfirmasi, proyek lanjut,” ujar Rachman Arief seraya menambahkan, lelang Tol Getaci sampai Tasikmalaya akan dilakukan bersama 18 proyek jalan tol lainnya di Indonesia.
BERKAH TOL GETACI, Liburan Akhir Tahun dari Bandung ke 4 Tempat Wisata di Tasik Ini, Bakal Hemat Waktu Sementara itu Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menjelaskan, jalan Tol Getaci sampai Tasikmalaya akan digarap dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan pengerjaan konstruksinya dilakukan dalam 2 seksi yakni; Seksi 1 Junction Gedebage – Garut Utara (45,20 km) Seksi 2 Garut Utara - Tasikmalaya (50,32 km) Sesuai dengan skala prioritasnya, maka Seksi 1 Tol Getaci segmen Gedebage-Garut Utara akan dikerjakan terlebih dahulu, baru kemudian ke Seksi 2 Garut Utara-Tasikmalaya. Garut 2 Gerbang Tol yang Lain Hanya 1 Dibanding kota-kota lain di Jawa Barat yang dilewati Tol Getaci seperti Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran yang masing-masing hanya memiliki 1 gerbang tol, khusus di Garut bakal ada 2 gerbang tol. Kedua gerbang Tol Getaci di Kabupaten Garut tersebut berada di Kecamatan Banyuresmi Garut Utara, dan Kecamatan Cilawu di Garut Selatan. Melalui kedua gerbang Tol Getaci di Garut Utara dan Garut Selatan itu, wisatawan dari Bandung dan Jakarta akan dimudahkan untuk menuju destinasi wisata di Garut tanpa khawatir dihadang kemacetan. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail mengatakan, Pemkab Garut sendiri telah berencana membangun jalan akses yang bakal tersambung langsung dengan 2 Gerbang Tol Getaci di wilayahnya. "Selain itu, pembangunan jembatan juga menjadi skala prioritas untuk membuka akses jalan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp130 miliar," kata Agus. Baca Juga: Ke Garut Via Tol Getaci Baru Duduk sudah Sampai, Eksplore Destinasi Wisata Pun Jadi Leluasa Daftar Lengkap Rencana Lokasi Gerbang Tol Berdasarkan bocoran yang diperoleh ,Beja Ti Garut.
pemerintah sudah menetapkan bakal calon pintu keluar atau Gerbang Tol Getaci di segmen Gedebage-Tasikmalaya. Dimulai dari junction Gedebage sebagai titik awalnya, bakal ada 6 Gerbang Tol Getaci hingga titik akhir di Tasikmalaya. Berikut lokasinya: Gerbang Tol Majalaya: berlokasi di Kecamatan Solokan Jeruk. Gerbang Tol Nagreg: berlokasi di Kecamatan Nagreg. Gerbang Tol Garut Utara: berlokasi di Kecamatan Banyuresmi.
Gerbang Tol Garut Selatan: berada di Kecamatan Cilawu. Gerbang Tol Kabupaten Tasikmalaya: berada di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Gerbang Tol Kota Tasikmalaya: berada di Kecamatan Kawalu, sekaligus senagai titik akhir pembangunan Tol Getaci segmeb Gedebage-Tasikmalaya***
BEJA TI GARUT 26 -11-2025, Proyek strategis nasional Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) kembali menunjukkan kemajuan signifikan di Kabupaten Garut setelah sempat terhambat beberapa bulan akibat kendala pembayaran ganti rugi. Data terbaru per November 2025 mencatat 50,32 persen atau sekitar 2.200 dari total 2.270 bidang lahan terdampak di wilayah Garut telah berhasil dibebaskan dan dibayar. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa tahap pembebasan lahan, yang selama ini menjadi “botol leher” proyek tol terpanjang di Jawa Barat ini, mulai menemukan ritme percepatan yang diharapkan pemerintah pusat dan daerah. Percepatan Pembayaran UGR Setelah Vakum Tiga Bulan Setelah mengalami stagnasi selama tiga bulan, pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) kembali bergulir sejak akhir Oktober 2025. Di Garut, tim Pengadaan Tanah yang dipimpin Muhamad Rahman bahkan berhasil menyelesaikan pembayaran untuk 355 bidang hanya dalam tiga hari kerja. “Kami kejar terus agar target tahun ini tercapai,” ujar Rahman beberapa waktu lalu. Proses ini melibatkan koordinasi intensif antara Satuan Tugas (Satgas) A dan B, BPN Kantor Wilayah Jabar, PPK Tol Getaci II Kementerian PUPR, serta Pemerintah Kabupaten Garut. Hasilnya, dari 17 desa yang terdampak trase tol di Garut Utara, sebanyak 11 desa sudah menerima pembayaran UGR dan lima di antaranya dinyatakan tuntas 100 persen. Desa-desa yang sudah rampung sepenuhnya adalah Desa Kandangmukti, Tambaksari, Mandalasari, Karangmulya, dan Margacinta. Sementara itu, desa seperti Talagasari, Hegarsari, Karangtengah, Leles, Sukamukti, dan Cangkuang masih dalam tahap penyelesaian sisa bidang yang belum terbayar. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan langsung Pemkab Garut yang terus memfasilitasi mediasi antara warga dan tim pengadaan tanah, termasuk menggelar sosialisasi berkala agar tidak ada lagi penolakan atau gugatan yang menghambat proses. Garut Utara Jadi Kunci Segmen Awal Gedebage-Garut Utara Wilayah Garut Utara memang menjadi titik paling krusial dalam tahap awal pembangunan Tol Getaci, khususnya pada segmen Gedebage-Garut Utara sepanjang sekitar 45 kilometer. Jika pembebasan lahan di sini tuntas, maka konstruksi fisik dapat segera dimulai pada 2026, sesuai target Kementerian PUPR. PPK Tol Getaci II, Muhammad Hidayat Satria Adi, menyatakan bahwa setelah Garut Utara, fokus berikutnya adalah percepatan di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis. “Garut menjadi benchmark. Jika di sini lancar, daerah lain akan mengikuti,” katanya. Pemkab Garut sendiri sudah mulai menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti jalan akses menuju gerbang tol yang direncanakan berada di dua kecamatan di Garut Utara. Langkah ini diambil agar manfaat ekonomi dari kehadiran tol dapat segera dirasakan masyarakat lokal, mulai dari peningkatan nilai lahan hingga peluang usaha baru di sekitar interchange.**Sep acu
BEJA TI GARUT – 22-11-2925 , Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka acara Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) Tahun 2025, yang dilaksanakan di Halaman Bale Paminton, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu malam (22/11/2025).
Acara tahunan ini dihadiri oleh Forkopimda, Wakil Bupati Garut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, tokoh masyarakat, dan Anggota Komisi X DPR RI. Malam pembukaan ditutup dengan persembahan pertunjukan wayang golek yang meriah.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam sambutannya menegaskan bahwa budaya adalah ciri khas dan keunggulan suatu masyarakat.
“Budaya Garut itu budaya yang hebat, memiliki keunikan khas, sehingga kewajiban kita semua untuk menjaga, memelihara, dan mengembangkannya,” ujar Bupati.
Menyikapi ramainya kegiatan yang dimeriahkan berbagai kesenian dan tradisi, seperti Silat dan Mapag Air, Bupati menekankan bahwa budaya bukan hanya penampilan fisik, melainkan spirit hidup.
“Saya melihat budaya jaga air adalah sumber kehidupan kita semua yang harus kita jaga, pelihara dengan hati-hati dan sebaik-baiknya, serta jangan sampai air menjadi lawan kita,” tegasnya, prihatin atas bencana longsor dan banjir di beberapa daerah yang disebabkan oleh kelalaian menjaga lingkungan.
Bupati berharap kegiatan GPBG ini dapat terus berlangsung secara rutin dan lebih sering lagi untuk mengenalkan budaya Garut kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan GPBG 2025.
“Acara Gebyar merupakan wujud nyata komitmen dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Garut dan Jawa Barat secara keseluruhan,” kata Iendra Sofyan.
Ia menyoroti keunggulan spesifik Kabupaten Garut yang memiliki paket lengkap: Alam, Budaya, dan Kekuatan (Gurilap), meliputi keindahan alam Gunung, Rimba, Laut, dan Pantai, serta warisan budaya seperti Batik Garutan, Nyanet, Domba Garut, dan situs bersejarah Candi Cangkuang.
Iendra Sofyan menegaskan bahwa posisi Garut merupakan salah satu pilar utama pariwisata Jawa Barat. Ia berharap acara ini menjadi wadah edukasi bagi generasi muda, serta membawa manfaat besar bagi Garut dan Jawa Barat dengan tagline “Garut Hebat Budaya Kuat Pariwisata Meningkat.”
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, turut menegaskan pentingnya menjadikan budaya sebagai destinasi utama pariwisata di Garut.
“Jadikan budaya menjadi destinasi di Kabupaten Garut untuk tujuan pariwisata,” pintanya.
Ia mengingatkan bahwa 80% kawasan Garut adalah konservasi alam, sehingga seluruh warga masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam. Ia menyoroti tradisi Mapag Air yang menjadi pengingat pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan dan dalam konteks pemanfaatan ekonomi.
Ferdiansyah juga berpesan agar sampah di Kabupaten Garut dapat diolah menjadi sampah yang barokah untuk peningkatan ekonomi rakyat. ***(Sep Accu)
BEJA TI GARUT ,23 Nopember 2025, Partai PKB Garut melaksanakan PKP Kader Loyalis dan Musancab DPAC dengan diikuti 850 peserta. Hadir Ketua DPW PKB Jabar, anggota DPR RI, DPRD Jabar, DPRD Garut, hingga Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.
SNU//Kabupaten Garut – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut mengukuhkan konsolidasi struktur organisasi hingga tingkat bawah melalui penyelenggaraan Pendidikan Kader Pratama (PKP) dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk seluruh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Kabupaten Garut.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Almusaddiyah, Jayaraga, , itu diikuti sekitar 850 peserta dari seluruh kecamatan. Minggu (23/11/2025).
Acara ini dihadiri jajaran elite PKB, di antaranya:
Ketua DPW PKB Jawa Barat, H. Syaiful Huda
Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PKB, H. Oleh Soleh, SH
Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Hj. Imas Aan Ubudiah
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V Fraksi PKB, H. Aceng Malki
Plt. Ketua DPC PKB Garut, Unjang Asari
Sekretaris DPC PKB Garut, Cecep M. Ginanjar
Ketua Dewan Syuro DPC PKB Garut, KH Idang Busyrol Karim
Delapan anggota Fraksi PKB DPRD Garut.
Tidak hanya internal partai, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Ketua KONI Garut Subhan Rohmansyah juga hadir memberikan dukungan terhadap upaya kaderisasi ini.
Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Jawa Barat H. Syaiful Huda menegaskan bahwa PKP menjadi ruang strategis untuk membangun karakter kader yang militan dan berkomitmen terhadap nilai-nilai perjuangan PKB.
Ketua DPW PKB Jabar, H. Syaiful Huda, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan ideologi dan soliditas kader melalui PKP sebagai ruang pembentukan karakter kader militan dan berkhidmat.”
“PKP adalah ruang pembentukan karakter kader PKB. Kita ingin kader yang militan, loyal, dan mampu berkhidmat untuk umat serta masyarakat. Musancab juga menjadi momentum konsolidasi struktur hingga tingkat bawah,” tegasnya.
Huda menilai penguatan ideologi dan penyegaran struktur menjadi kunci menghadapi dinamika politik ke depan.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengapresiasi penyelenggaraan PKP dan Musancab sebagai bagian dari upaya meneguhkan demokrasi lokal.
“Kader partai politik memiliki peran penting dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat. Saya berharap kegiatan seperti ini mampu melahirkan kader yang berintegritas, visioner, serta memiliki kepekaan sosial yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah dan elemen politik untuk memajukan Garut.
“Kolaborasi antara pemerintah dan partai politik sangat diperlukan. Kita bersama-sama ingin membangun Garut yang lebih maju, berdaya saing, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tambahnya. ** (Sep Acu)
Beja ti Garut ,23 nopember 2025, Bupati Garut Dr. Abdusy Syakur Amin meninjau langsung kondisi terkini ruas Jalan Pamegatan–Banjarwangi di Kecamatan Banjarwangi, Minggu (23/11/2025).
Kunjungan ini menjadi tindak lanjut setelah munculnya informasi rencana pembangunan jalan tersebut oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.
Dalam agenda peninjauan itu, Bupati Syakur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut Agus Ismail beserta jajaran teknis. Bupati memeriksa lebar badan jalan, mengecek kondisi eksisting, serta memberikan imbauan kepada masyarakat terkait kemungkinan pelebaran jalan sebagai bagian dari proses pembangunan.
Pemerintah pusat mensyaratkan Ruang Milik Jalan (Rumija) minimal 6 meter agar ruas tersebut dapat masuk skema pembangunan oleh Kementerian PU. Untuk itu, Pemkab Garut melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kesiapan teknis, termasuk aspek lahan dan rencana pelebaran di titik tertentu.
Bupati Syakur menyampaikan optimismenya setelah memperoleh informasi terkait dukungan pemerintah pusat.
“Kami ingin memastikan kembali kondisi di lapangan. Alhamdulillah, kami menerima informasi bahwa Insyaallah pemerintah pusat akan memberikan dukungan khusus untuk pembangunan jalan ini. Kami juga ingin memetakan porsi mana yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Garut dan mana yang akan ditangani oleh pemerintah pusat,” ujarnya.
Komitmen Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Menurut Bupati, turun langsung ke lokasi menjadi langkah penting untuk mempercepat proses koordinasi dan perencanaan, sehingga pembangunan jalan dapat segera direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Dengan koordinasi yang baik, kami berharap perbaikan jalan dapat segera terwujud, sehingga masyarakat mendapatkan akses transportasi yang lebih nyaman, aman, dan cepat,” tambahnya.
BBPJN Turun Tangan, Berpotensi Masuk Inpres Jalan Daerah
Sebelumnya, melalui unggahan resmi Instagram @kementerianpu, tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat telah meninjau kerusakan pada ruas Pamegatan–Singajaya.
Kementerian PU mendorong agar ruas tersebut bisa diusulkan masuk program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah) 2025 atau 2026. (Sep Accu)
Beja Ti Garut 23 Nopember 2025, Sebanyak 6.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan memenuhi kawasan Sport Center RAA Adiwijaya Garut pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Minggu (23/11/2025).
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah dan pengurus PGRI Kabupaten Garut.
Pada kesempatan itu, Bupati secara resmi melepas kegiatan jalan santai yang diikuti ribuan guru dari seluruh kecamatan di Kabupaten Garut.
Suasana acara berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengenakan atribut olahraga seperti topi, kacamata hitam, hingga kaos edisi khusus PGRI. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah doorprize untuk menambah semangat peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh guru yang menjadi pilar pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Garut.
Sambutan Bupati Abdusy Syakur Amin memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh guru yang menjadi pilar pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Garut.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi pendidik yang membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan dan keikhlasan para guru,” ujarnya.
Kegiatan jalan santai ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan antarpengajar dari seluruh wilayah Garut.
Selain jalan santai, rangkaian acara turut dimeriahkan oleh berbagai pentas seni, sambutan organisasi profesi, serta penyerahan penghargaan kepada guru-guru berprestasi.
Dengan penuh semangat, para peserta berharap momentum besar ini dapat menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Garut. Red (Sep Acu)
Beja ti Garut – 24/11/25, Aroma tak sedap tercium dari proyek rekonstruksi dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang. Selain sorotan terkait kualitas pekerjaan yang dinilai sebagian warga tidak memenuhi standar, mencuat pula kabar adanya permintaan fee sebesar 7 persen yang diduga dilakukan oleh oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Informasi ini diperoleh dari sejumlah sumber internal pelaksana proyek. Mereka mengaku, isu tersebut sudah lama beredar di lingkup kontraktor dan pihak lapangan.
“Kalau benar ada potongan 7 persen, itu bukan jumlah kecil. Kontraktor bisa terpaksa mengurangi spesifikasi pekerjaan supaya tetap untung, dan ujungnya yang dirugikan adalah masyarakat pengguna jalan,” ujar salah satu sumber.
Sumber yang enggan disebutkan namanya ini mengklaim telah mengantongi sejumlah data terkait teknis pelaksanaan proyek, termasuk daftar nama PPK yang terlibat. Namun, ia memilih belum membeberkannya secara rinci dengan alasan masih dalam tahap verifikasi.
“Datanya ada, lengkap. Tapi saya pelajari dulu, nanti akan dibuka saat waktunya tepat,” tambahnya.
Tim ugd news mencoba mengonfirmasi kabar tersebut kepada dua PPK berinisial B dan S dari UPTD Wilayah IV Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat. Pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp pada Selasa (24/11/2025) tidak mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan
“Kalau tuduhan ini tidak benar, harus segera dibantah dengan data. Tapi kalau benar, itu jelas melanggar aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah, bahkan bisa masuk ranah pidana korupsi,” .
Hingga kini, publik masih menanti kejelasan: apakah isu potongan 7 persen ini hanya rumor, atau justru fakta yang selama ini terselubung. Yang jelas, kualitas jalan di wilayah selatan Garut dan sebagian Sumedang akan menjadi bukti nyata, apakah dana APBD benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. (Sep Accu)
Beja ti garut, 21-11-2025 Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kepala Sekolah SMP di Lingkungan Kabupaten Garut, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jum’at (21/11/2025).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan penekanan yang tegas mengenai standar dan kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang Kepala Sekolah.
Syakur menyatakan bahwa posisi Kepala Sekolah sangat krusial dan memiliki dampak langsung pada kualitas pendidikan anak-anak di Garut.
“Kalau kepala sekolahnya tidak memiliki kualifikasi yang baik maka tidak mampu memotivasi gurunya,” ujar Bupati Garut dengan tegas.
Ia menekankan bahwa sebagai orang tua, setiap pihak harus menginginkan yang terbaik bagi sekolah, dan hal terbaik itu dimulai dari pimpinan yang berkualitas.
“Saya ini guru sama dengan Bapak semua, kalau orang tua pasti ingin yang terbaik karena kepala sekolah sangat penting,” tambahnya.
Terkait penetapan kepala sekolah, Bupati Garut memastikan bahwa proses pemilihan harus memenuhi standar tata kelola yang tinggi.
“Sehingga saya yakin bahwa proses ini akan berlangsung dengan transparan, akuntabel, responsif, dan responsible bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Penekanan Bupati Garut ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut untuk memastikan bahwa mutasi dan penetapan Kepala Sekolah didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan akuntabilitas demi masa depan pendidikan di wilayahnya.( Sep ,ACCU)
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13 Sumedang Berfartisipasi dan mendukung Acara Kemah bakti Harmoni IV Ke agama an se Jawa Barat di kiara payung Jatinangor 20 Sampai 23 2025 dengan kerukunan bersama
Sumedang 22 Nopember 2025 PI News Arbiter. Kegiatan Kemah Bakti Harmoni Keagamaan IV diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, dari tanggal 21 hingga 23 November 2025. Sebagai organisasi lokal yang aktif, RAPI Wilayah 13 Sumedang terlibat dalam kegiatan besar di wilayahnya.
Sebanyak 4.900 pramuka dari seluruh Jawa Barat mengikuti Kemah Bakti Harmoni Beragama IV yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, pada tanggal 20-23 November 2025.
Dalam acara tersebut, Menteri Agama (Menag) menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama.
Detail Acara
Peserta: 4.900 pramuka dari Madrasah Aliyah (MA) se-Jawa Barat.
Lokasi: Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang.
Waktu: 20 hingga 23 November 2025.
Penyelenggara Utama
Satuan Karya Amal Bakti (Saka Amal Bakti) Tingkat Daerah Jawa Barat, Di bantu Oleh Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 13 Sumadang dengan Alat Komunikasi kordinasi di lapangan di bawah koordinasi Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat.
Peran RAPI dikenal karena perannya dalam membantu komunikasi kebencanaan, keamanan, dan mendukung berbagai kegiatan masyarakat dan pemerintah daerah di Sumedang.
Pemkab Pemerintah Kabupaten Sumedang mengapresiasi kontribusi positif RAPI Wilayah 13 Sumedang dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan kemah yang melibatkan ribuan peserta (4.900 pramuka) memerlukan koordinasi komunikasi yang handal, peran yang sering diemban oleh RAPI.
Berdasarkan peran aktif dan historis RAPI Wilayah 13 Sumedang dalam mendukung kegiatan lokal, sangat mungkin mereka turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara tingkat provinsi yang diadakan di Sumedang tersebut, khususnya dalam penyediaan layanan komunikasi.
Berpartisipasi Radio Antar Penduduk Indonesia RAPI Wilayah 13 Sumedang dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut berperan dengan asfek asfek menyediakan Alat-alat jaringan komunikasi Vital , terutama di area perkemahan yang luas atau saat terjadi situasi darurat membantu kordinasi logistik dan pergerakan peserta dalam acara berlangsung SATGAS RAPI Denga Siaga Gerak Cepat (GERCEP) Dalam Menganani yang Di butuhkan.
Memelihara semangat hidup Pendampingan dan Harmoni IV ke agama an Pramuka sebagai sarana untuk menciptakan kebersamaan sebagai wadah strategis untuk membentuk karakter di siplin tanggung jawab dan kepedulian sosial.
Persatuan RAPI mempererat nilai nilai Persatuan tali silahturahmi di tengah perkumpulan Pendidikan dan Masyarakat dalam kegiatan harmoni Pramuka Se Jawa Barat.
Acara ini di meriahkan dengan berbagai kegiatan termasuk antraksi barongsai penandatanganan Deklarasi, dan Penanaman Pohon, yang semulanya memupuk persaudaraan dan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda. Redaksi Asep acu (EWL)
Banjir bandang terjadi tepatnya di Kampung Bojong, Desa Balewangi, Cisurupan. Menurut laporan pihak kecamatan setempat, kejadian berlangsung sejak pukul 13.00 WIB.
https://www.detik.com/jabar/berita/d-8220504/warga-teriak-histeris-saat-banjir-luapan-dari-gorong-gorong-di-garut
TD=PSE
Kegiatan Rutin
Siang Siang
Banjir Bandang di Cisurupan Garut, Kondisi Kampung Pasarkaler Parah, Lumpur Capai 1 Meter
ok