PROGRES TOL GETACI DI GARUT TEMBUS 50 PERSEN , 5 DESA TUNTAS, 2.200 BIDANG LAHAN SUDAH DI BEBASKAN.
BEJA TI GARUT 26 -11-2025, Proyek strategis nasional Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) kembali menunjukkan kemajuan signifikan di Kabupaten Garut setelah sempat terhambat beberapa bulan akibat kendala pembayaran ganti rugi. Data terbaru per November 2025 mencatat 50,32 persen atau sekitar 2.200 dari total 2.270 bidang lahan terdampak di wilayah Garut telah berhasil dibebaskan dan dibayar. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa tahap pembebasan lahan, yang selama ini menjadi “botol leher” proyek tol terpanjang di Jawa Barat ini, mulai menemukan ritme percepatan yang diharapkan pemerintah pusat dan daerah. Percepatan Pembayaran UGR Setelah Vakum Tiga Bulan Setelah mengalami stagnasi selama tiga bulan, pencairan Uang Ganti Rugi (UGR) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) kembali bergulir sejak akhir Oktober 2025. Di Garut, tim Pengadaan Tanah yang dipimpin Muhamad Rahman bahkan berhasil menyelesaikan pembayaran untuk 355 bidang hanya dalam tiga hari kerja. “Kami kejar terus agar target tahun ini tercapai,” ujar Rahman beberapa waktu lalu. Proses ini melibatkan koordinasi intensif antara Satuan Tugas (Satgas) A dan B, BPN Kantor Wilayah Jabar, PPK Tol Getaci II Kementerian PUPR, serta Pemerintah Kabupaten Garut. Hasilnya, dari 17 desa yang terdampak trase tol di Garut Utara, sebanyak 11 desa sudah menerima pembayaran UGR dan lima di antaranya dinyatakan tuntas 100 persen. Desa-desa yang sudah rampung sepenuhnya adalah Desa Kandangmukti, Tambaksari, Mandalasari, Karangmulya, dan Margacinta. Sementara itu, desa seperti Talagasari, Hegarsari, Karangtengah, Leles, Sukamukti, dan Cangkuang masih dalam tahap penyelesaian sisa bidang yang belum terbayar. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan langsung Pemkab Garut yang terus memfasilitasi mediasi antara warga dan tim pengadaan tanah, termasuk menggelar sosialisasi berkala agar tidak ada lagi penolakan atau gugatan yang menghambat proses. Garut Utara Jadi Kunci Segmen Awal Gedebage-Garut Utara Wilayah Garut Utara memang menjadi titik paling krusial dalam tahap awal pembangunan Tol Getaci, khususnya pada segmen Gedebage-Garut Utara sepanjang sekitar 45 kilometer. Jika pembebasan lahan di sini tuntas, maka konstruksi fisik dapat segera dimulai pada 2026, sesuai target Kementerian PUPR. PPK Tol Getaci II, Muhammad Hidayat Satria Adi, menyatakan bahwa setelah Garut Utara, fokus berikutnya adalah percepatan di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis. “Garut menjadi benchmark. Jika di sini lancar, daerah lain akan mengikuti,” katanya. Pemkab Garut sendiri sudah mulai menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti jalan akses menuju gerbang tol yang direncanakan berada di dua kecamatan di Garut Utara. Langkah ini diambil agar manfaat ekonomi dari kehadiran tol dapat segera dirasakan masyarakat lokal, mulai dari peningkatan nilai lahan hingga peluang usaha baru di sekitar interchange.**Sep acu
Komentar (0)
Belum ada komentar